Jual Fotografi Menggunakan Media Sosial, Bagaimana Melakukannya?

Sebagian besar fotografer tampaknya menyadari potensi media sosial untuk bisnis fotografi mereka, tetapi sebagian besar tidak tahu harus mulai dari mana sehingga seharusnya banyak kesempatan datang untuk menjadi potensi bisnis malah terbuang sia - sia. Hasilnya adalah kesempatan yang terlewatkan, atau terlalu banyak waktu terbuang tanpa hasil nyata dari usaha mereka.
Jual Fotografi Menggunakan Media Sosial
sumber gambar: http://blog.cicil.co.id/situs-jual-hasil-jepretan/
Sebagian besar pemasaran sosial adalah tentang terlibat dengan pembeli saat ini sehingga yang terbaik untuk memilih hanya satu atau dua layanan dan berkonsentrasi dengannya.

Untuk mulai memasarkan produk Anda di Blog beri jadwal dan beri waktu tertentu untuk memposting pembaruan dan ikuti terus perkembangannya. Bagi sebagian besar fotografer yang menjual fotografi online, pembaruan mingguan sangat banyak, jadi biarkan 15-30 menit seminggu sekali untuk memposting ke blog Anda, dan 5 menit sehari untuk menguji wall sosial media Anda, menanggapi komentar apa pun dan memposting pembaruan.

Simpan daftar di samping komputer Anda untuk ide post mendatang yang siap ditambahkan terus-menerus. Jangan pernah mengunjungi Blog atau halaman Facebook Anda tanpa gagasan yang jelas tentang apa yang akan Anda tulis.

Matikan peringatan email ketika pengunjung memposting ke Dinding Anda agar dalam hal ini jangan sampai Anda nantinya disibukkan dengan memeriksa email - email dari notifikasi postingan tersebut. Alih-alih mengalokasikan waktu setiap hari untuk membalas semua komentar pengunjung selama 24 jam terakhir. Anda bisa melakukan aktifitas lain yang lebih berguna seperti berolahraga misalnya dan lain sebagainya.

Beberapa platform memiliki potensi 'meninjau' untuk prospek sehingga Anda dapat bekerja dengan cerdas dan menggunakan alat-alat seperti Posterous untuk menerbitkan kembali blog Anda dan konten sosial di beberapa platform tanpa menggunakan tangan.
jual Fotografi Menggunakan Media Sosial
Facebook tampaknya menjadi platform pilihan bagi kebanyakan orang, tetapi tampaknya ada minat lain yang tumbuh di Google Plus bagi beberapa kalangan fotografer. Perbedaan besar sejauh ini adalah bahwa Google menyatakan hak cipta dari setiap gambar yang Anda kirimkan tetap ada pada Anda, sementara Facebook memiliki hak untuk menggunakan apa pun yang Anda terbitkan sesuai keinginan.

Jika Anda baru memulai dengan Sosial Marketing, hal terpenting adalah memutuskan platform mana yang akan Anda gunakan. Lalu tentukan siapa audiens Anda & percakapan macam apa yang mungkin mereka sukai dengan Anda?

Setelah itu tinggal menceritakan semua kontak bisnis Anda dan posting secara teratur sampai Klien Anda tertarik dan memutuskan ingin bergabung. Bicaralah tentang pekerjaan yang Anda lakukan, serta ceritakan pula mengapa Anda menyukai dan mau melakukan pekerjaan tersebut agar interaksi dapat terbangun secara lebih cepat.

Ingatlah selalu bahwa tujuannya adalah menjadikan halaman sosial Anda sebagai jantung di mana Klien foto-pembeli Anda dapat terhubung dengan Anda sehingga bisa membuat mereka terus terdorong bergabung dalam percakapan.

Matt Brading merupakan salah seorang fotografer & penulis yang menjual fotografi stok digital di perpustakaan saham GlobalEye dan melakukan penerbitan sendiri di Kindle menggunakan sistem KindlePublisher Pro.

Anda pun bisa mencoba menelaah dari perjalan orang tersebut dalam melakukan bisnis perdangan fotografinya di internet.
Load disqus comments

0 comment